Subkon PT SBS, PT AU Disoal Pekerjanya


Muara Enim, Potret Sumsel
Permasalahan perusahaan dengan pekerja saat ini sudah tidak menjadi momok lagi. Buktinya, seperti sebagian pekerja (Subkonnya PT Satria Bahana Sarana (SBS), yakni PT Adil Utama (AU) yang berkerja di tambang Bangko Barat mengaku gaji yang diberikan dinilai kurang sesuai dengan yang diharapkan.

Dari pantauan dilapangan Kamis (3/8) pagi. Tampak para pekerja PT AU berjejer didepan kantor PT AU. Para pekerja ini tampak kesal dan gelisah dikarenakan menuntut masalah gaji mereka yang dinilai tidak sesuai diberikan oleh PT AU.

Salah satunya, Faisal sebagai driver di PT AU hanya diberikan gaji Rp 1,142.000. Gaji ini dinilainya tidak sesuai, sebab setidaknya gaji yang diterima sesuai dengan upah minimum daerah. Yang sekarang di Muara Enim sekecilnya Rp 2,4 juta lebih perbulan.

"Ini saya bekerja terus. Tidak pernah tidak masuk bekerja, gaji yang diberikan seperti ini," kata dia.

"Tidak sesuai lah dengan kita bekerja. Dari jam 6 pagi sampai jam 6 sore. Dibayar seperti ini, jadi sangat tidak sesuai." cetus faisal.

Sama hal dialami Sulmi (driver) hanya diberi gaji sebesar Rp 800.333,- Dimana gaji yang diterimanya ini juga dinilainnya tidak sesuai dengan haknya selama bekerja dibulan perdana ini.

Sedangkan, Sunarto  yang juga sebagai driver di PT AU ini mengatakan, ia bekerja sejak tanggal 21 Juni 2017 lalu hingga sekarang. Dan, ia tidak mau menerima gaji yang diberikan PT AU yang hanya sebesar Rp 2,462.000.
Sebab, gaji yang diberikan ini tidak sesuai dengan hak yang seharusnya ia terima.

"Saya tidak terima. Perusahaan meminta tolong agar saya menerima gaji sebesar itu. Jelas, saya tetap tidak mau karena tidak seauai," bebernya.
Ironisnya lagi, ada salah satu pekerja yang mengaku diberhentikan tanpa pemberitahuan, baik secara lisan maupun tertulis oleh PT AU ini. Salah satunya Rudiansyah sebagai PK di PT AU. Ia mengaku diberhentikan tanpa diberi tahu oleh pihak perusahaan.
"Saat lagi kerja dilapangan nama saya tidak ada lagi di absen," tutur .

Terpisah, saat dikonfirmasi ke managemen PT AU, salah satu pihak PT AU di rumah yang disewa untuk kantor ini seperti kurang kooperatif saat awak media ingin konfirmasi terkait masalah ini.

"Ini rumah pribadi," ujar yang sering disebut Toha.
Lalu, awak media berhasil menghubungi salah satu Humas PT AU Andes melalui selulernya saat dikonfirmasi terkait masalah ini mengatakan, tidak ada masalah dan semuanya akan diselesaikan antar intern.

"Tidak ada masalah pak hanya miss komunikasi saja. Yang pasti selesai, aman pak," ujarnya .(Sukri).
Share on Google Plus

About Potret Sumsel

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 Comments:

Posting Komentar