PRABUMULIH,Potretsumsel.id Dalam rangka pelaksanaan reses masa persidangan V Tahun Anggaran 2026, sejumlah Anggota DPRD Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) dari Daerah Pemilihan (Dapil) VI yang meliputi Kota Prabumulih, Kabupaten PALI, dan Muara Enim mengunjungi SMKN 2 Prabumulih, Senin (16/2/2026).
Rombongan yang hadir di antaranya Muhammad Candra, M. Muaz Ar Rifqi, Ismail Hairul Pala, Ganjar Imam, Ahmad Palo, serta Hj. Lury Alex Noerdin. Kegiatan tersebut menjadi ajang menyerap aspirasi sekaligus meninjau langsung kondisi sarana dan prasarana sekolah.
Kepala SMKN 2 Prabumulih, A. Zulkarnain, dalam sambutannya menyampaikan bahwa luas lahan sekolah mencapai 11 hektare yang kini telah dibagi menjadi dua bagian dan masing-masing telah bersertifikat.
“SMKN 2 saat ini memiliki 38 ruang belajar. Namun ada lima ruang yang kondisinya sangat urgent dan membutuhkan perhatian segera. Selain itu, kami memiliki sembilan ruang bengkel praktik,” ujarnya.
Ia menjelaskan, sekolah memiliki sejumlah jurusan unggulan seperti tata boga, percetakan atau pembuatan banner (printing), otomotif, serta jurusan pertanian. Sekolah juga dilengkapi dengan musala sebagai fasilitas penunjang kegiatan keagamaan siswa.
Namun demikian, pihak sekolah masih menghadapi sejumlah kekurangan, di antaranya kebutuhan rehabilitasi lapangan serta pengaspalan jalan dari gerbang depan hingga ke bagian belakang sekolah.
“Beberapa waktu lalu, saat ada rencana kunjungan Presiden ke Kota Prabumulih yang direncanakan mampir ke SMKN 2, jalan sudah dipersiapkan untuk diaspal. Namun karena kunjungan dibatalkan, pengaspalan juga batal dilaksanakan. Akhirnya kunjungan dialihkan ke SMKN 2 di Palembang yang mendapat bantuan satu unit mobil listrik,” jelasnya.
Lebih lanjut, pihak sekolah berencana mengembangkan jurusan pertanian dengan mereplikasi sistem yang telah dipelajari saat kunjungan ke Sumbawa dan Banyuasin.
“Kami berharap SMKN 2 ke depan bisa menjadi sekolah wisata apabila dikelola dengan baik, termasuk pembangunan infrastruktur pendukung seperti jembatan dan fasilitas lainnya,” tambahnya.
Sementara itu, Anggota DPRD Sumsel dari Dapil VI, Ahmad Palo, menegaskan bahwa proses belajar mengajar akan berjalan optimal apabila didukung fasilitas yang memadai dan mengikuti perkembangan teknologi.
Menurutnya, jurusan printing dan kuliner di SMKN 2 memiliki potensi besar untuk dikembangkan melalui inovasi serta kerja sama dengan perusahaan-perusahaan di Prabumulih, baik sektor pertambangan maupun sektor lainnya.
“Tidak bisa hanya mengandalkan dana BOS atau bantuan provinsi. Harus ada terobosan dan kerja sama dengan perusahaan agar siswa memahami teknologi terbaru yang digunakan di dunia kerja,” tegasnya.
Ia mencontohkan pengalaman saat mendorong bantuan mesin printing bagi organisasi kepemudaan melalui kerja sama dengan Pertamina, di mana bantuan mesin percetakan senilai ratusan juta rupiah disertai pelatihan di Jakarta mampu meningkatkan kemandirian generasi muda.
“Kalau anak-anak SMK masih menggunakan peralatan lama, sementara dunia industri sudah beralih ke teknologi modern termasuk kendaraan listrik, tentu mereka akan kesulitan bersaing di pasar kerja,” katanya.
Dalam sesi tanya jawab, salah satu siswi SMKN 2, Ayu, menyampaikan harapan agar fasilitas internet di sekolah dapat diutamakan guna mendukung proses pembelajaran berbasis digital.
Sementara itu, Guru SMKN 2, Lestarika, mengungkapkan bahwa pembangunan gedung dua tingkat di sekolah tersebut merupakan hasil swadaya guru tanpa mengandalkan dana dari siswa. Ia menjelaskan, sejak adanya regulasi tahun 2016 yang mengatur dana sumbangan agar tidak membebani publik, pihak sekolah menghentikan pungutan kepada siswa.
“Alhamdulillah, gedung dua tingkat ini berdiri dari swadaya guru. Lantai pertama sudah digunakan, sementara lantai dua belum maksimal karena belum selesai sepenuhnya,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan kebutuhan mendesak berupa pembangunan kamar mandi atau WC di sekitar tempat wudhu musala serta pemasangan plafon di lantai dua musala yang hingga kini belum terpasang.
“Tempat wudhu laki-laki dan perempuan sudah ada, tetapi WC di sekitarnya belum tersedia. Kami berharap ada perhatian dan mungkin menjadi kenang-kenangan dari bapak ibu dewan berupa pembangunan WC serta penyelesaian plafon musala,” harapnya.
Terpisah, Kepala Desa Sinar Rambang, Indraqo, berharap kepada anggota DPRD Provinsi Sumatera Selatan agar dapat mencarikan solusi terkait ketersediaan air bersih di desanya. Ia mengungkapkan, saat musim kemarau, warga Desa Sinar Rambang kerap mengalami kesulitan air dan berharap adanya pemasangan jaringan PDAM di wilayah tersebut.
Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, anggota DPRD Provinsi Sumsel menyatakan komitmennya untuk memperjuangkannya.
“Insya Allah pembangunan WC dan atap musala akan kita masukkan dalam anggaran tahun 2027. Untuk jalan yang sudah banyak rusak juga akan kita perjuangkan,” jelas salah satu anggota DPRD.
Kegiatan reses ini dilaksanakan di tiga titik, yakni Desa Sinar Rambang, Desa Tanjung Menang, serta SMKN 2 Prabumulih. Reses diharapkan menjadi langkah awal percepatan pengembangan SMKN 2 Prabumulih sebagai sekolah vokasi unggulan yang mampu mencetak lulusan siap kerja dan berdaya saing tinggi di era teknologi modern.


0 Comments:
Posting Komentar