PRABUMULIH,Potrersumsel.id — Menanggapi keluhan pasien terkait sarana dan prasarana (sarpras) RSUD Kota Prabumulih yang dinilai mengecewakan, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) dan Direktur RSUD Kota Prabumulih angkat bicara, Kamis (5/2/2026).
Kepala Dinas Kesehatan Kota Prabumulih, Djoko Listyano, S.KM., M.Si, mengatakan pihaknya mengapresiasi adanya aduan serta pemberitaan yang disampaikan masyarakat dan media terkait pelayanan di RSUD.
“Kami dari Dinas Kesehatan Kota Prabumulih mengucapkan terima kasih atas adanya aduan dan pemberitaan terkait fasilitas pelayanan kesehatan di RSUD. Aduan ini menjadi bahan evaluasi dan motivasi bagi kami untuk bekerja lebih baik ke depannya,” ujar Djoko kepada awak media.
Menindaklanjuti laporan tersebut, Dinas Kesehatan bersama manajemen RSUD telah melakukan investigasi terhadap keluhan yang disampaikan keluarga pasien.
“Kami berkomitmen untuk segera menindaklanjuti temuan tersebut serta melakukan pembenahan, khususnya pada sarana dan prasarana pelayanan kesehatan. Kami juga menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dirasakan oleh pasien dan keluarga,” tambahnya.
Djoko mengakui, meskipun layanan tersebut telah masuk dalam skema BPJS Kesehatan Kelas I, masih terdapat sejumlah keterbatasan fasilitas.
“Kami menyadari masih ada kekurangan. Ke depan, setiap aduan dan masukan dari masyarakat akan menjadi dorongan bagi kami untuk terus berbenah dan meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan,” tegasnya.
Sementara itu, Direktur RSUD Kota Prabumulih, dr. Ade Nur Ikhlas, menjelaskan bahwa kondisi rumah sakit saat ini masih dalam tahap pemulihan.
“Saat ini RSUD Kota Prabumulih masih berada dalam masa pemulihan. Beberapa fasilitas masih terbatas sehingga penggunaannya harus dilakukan secara bergantian, seiring dengan jumlah pasien yang masih menunggu antrean perawatan,” ungkap dr. Ade.
Ia menyebutkan, pada saat kejadian yang dikeluhkan pasien, kondisi ruang perawatan sedang penuh. Meski demikian, pihak rumah sakit tetap berupaya memberikan pelayanan terbaik sesuai kemampuan yang ada.
“Kami menyadari masih terdapat keterbatasan, baik dari sisi sarana maupun pendanaan. Hingga saat ini, rumah sakit belum mendapatkan dukungan anggaran secara langsung dari APBD, kecuali untuk pembiayaan tenaga kebersihan dan petugas keamanan,” jelasnya.
Meski berada di tengah keterbatasan, dr. Ade menegaskan komitmennya untuk terus menjaga kualitas pelayanan.
“Ke depan, kami akan memperketat monitoring dan pengawasan agar kejadian serupa tidak terulang kembali,” tegasnya.
Terkait perlengkapan pasien, pihak RSUD telah melakukan pengecekan langsung di lapangan. Hasilnya, sebagian perlengkapan yang digunakan masih merupakan versi lama, sementara perlengkapan versi baru telah tersedia dan mulai didistribusikan sejak Februari lalu.
“Kondisi ini menjadi bahan evaluasi agar distribusi perlengkapan baru dapat berjalan lebih optimal. Temuan tersebut juga telah kami tindak lanjuti secara langsung,” kata dr. Ade.
Ia menambahkan, apabila ke depan RSUD memperoleh dukungan anggaran dan kemampuan yang lebih besar, pihaknya akan memaksimalkan peningkatan sarana dan prasarana demi kenyamanan pasien dan keluarga pasien.
Sebagaimana diketahui, sebelumnya seorang pasien menyampaikan keluhannya kepada awak media terkait fasilitas RSUD Kota Prabumulih yang menuai perhatian publik.
Pasien tersebut mengaku memiliki pengalaman beragam saat menjalani perawatan rawat inap menggunakan fasilitas BPJS Kelas I. Ia menyebutkan, proses administrasi mulai dari pendaftaran, rujukan hingga masuk ruang perawatan berjalan lancar.
“Mulai dari pendaftaran, rujukan, sampai masuk ruang perawatan, kami merasa dilayani dengan baik. Perawat dan petugas rumah sakit cukup ramah dan sigap,” ujarnya.
Namun, pengalaman berbeda dirasakan saat pasien menjalani pemeriksaan di Poli Bedah. Ia mengaku harus menunggu dokter cukup lama tanpa kepastian waktu pelayanan.
“Kami menunggu cukup lama. Informasi yang kami terima, dokter yang ditunggu sedang praktik di luar rumah sakit dan baru datang setelah selesai praktik,” ungkapnya.
Selain itu, pasien juga menyoroti kondisi fasilitas ruang rawat inap BPJS Kelas I yang dinilai belum sesuai standar pelayanan.
“AC tidak dingin, TV tidak berfungsi, pintu kamar tidak bisa dikunci dengan baik, kamar mandi kotor, bahkan baju pasien untuk operasi sudah sobek dan lusuh,” keluhnya.
Meski demikian, pasien tetap memberikan apresiasi terhadap sikap profesional dan empati tenaga medis RSUD Kota Prabumulih.
“Pelayanannya sebenarnya sudah baik. Tinggal fasilitas dan pengaturan jadwal dokter saja yang perlu ditingkatkan. Apalagi kami ini peserta BPJS yang sudah bertahun-tahun rutin membayar,” pungkasnya.


0 Comments:
Posting Komentar