Deru : Berharap Talkshow Dan Raker HMPS Serta KPS Dapat Membuahkan Hasil Yang Lebih Produktif



 PALEMBANG, POTRETSUMSEL.ID- Gubernur Sumsel H Herman Deru mengharapkan talkshow dan Raker Himpunan Masyarakat Perhutanan Sosial Sumsel (HMPS) dan Kelompok Percepatan Perhutanan Sosial Sumsel (KPS) dapat membuahkan hasil yang lebih produktif.


"Jadi saya ingin raker ini betul-betul  menghasilkan rekomendasi yang baik untuk internal ataupun eksternal," kata Herman Deru saat sambutan pembukaan talkshow dan Raker HMPS  dan PPS di Hotel Swarna Dwipa Palembang, Senin (19/6).


Tak hanya itu, menurut Herman Deru jika hutan itu terpelihara dengan baik maka akan mengurangi potensi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla). 


Saat ini, lanjutnya masih ada kurang lebih 300 ribu hektar lagi hutan  di Sumsel yang perlu dikelola agar lebih produktif.


Disamping itu juga Herman Deru menyebutkadi Sumsel kurang lebih ada sekitar 1,4 juta hektar komoditi karet. Bayangkan jika pengelolahan itu menghasilkan lateks maka tidak akan pernah terjadi fluktuasi harga. 


Sementara itu, Direktur Eksekutif Perkumpulan Hutan Kita Institute (HAKI), Dedy Permana mengatakan perhutanan sosial di Sumsel telah memberi bukti keselarasan peningkatan kesejahteraan, lingkungan dan budaya. 


Ditempat yang sama,  Ketua HMPS Sumsel, Eko Agus Sugianto mengatakan Sumsel merupakan pelopor perhutanan sosial. Sudah 211 izin hak kelola tanah telah diberikan dalam skema Hutan Desa, Hutan Kemasyarakatan, Hutan Tanaman Rakyat, Hutan Adat dan Kemitraan Konservasi.


Menurut Eko, perhutanan sosial Sumsel telah mencapai 134 ribu hektar. Sebanyak 34 ribu lebih Kepala Keluarga penerima manfaat perhutanan sosial, yang dulunya mengelola kawasan hutan secara ilegal,  kini dapat hak kelola bahkan hak kepemilikan kolektif pada hutan adat.(Rilis Humas Pemprov Sumsel)



Share on Google Plus

About Potret Sumsel

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 Comments:

Posting Komentar