Tahanan Diduga Minum Cairan Pembersih di Sel BNN Prabumulih, Pengawasan Disorot



PRABUMULIH,Potretsumsel.id – Kinerja pengawasan di Kantor Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Prabumulih kembali menjadi sorotan setelah seorang tahanan berinisial OH (35) harus dilarikan ke rumah sakit akibat diduga menenggak cairan pembersih lantai saat berada di dalam tahanan.

Peristiwa tersebut terjadi pada Rabu malam (25/03/2026). OH, yang merupakan warga Kelurahan Sukajadi, sempat mendapatkan penanganan medis di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Kota Prabumulih.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, OH sebelumnya diamankan oleh pihak BNN Kota Prabumulih beberapa hari menjelang Hari Raya Idul Fitri. Namun, dalam kondisi ditahan, ia diduga nekat meminum cairan pembersih lantai jenis Prostex yang seharusnya tidak mudah diakses oleh tahanan.

Kejadian ini langsung memicu pertanyaan serius terkait standar pengamanan dan pengawasan di dalam ruang tahanan BNN.

Istri korban mengungkapkan kekecewaannya atas insiden tersebut. Ia mempertanyakan bagaimana bahan berbahaya bisa berada dalam jangkauan tahanan.

“Kalau pengawasannya ketat, bagaimana mungkin tahanan bisa sampai minum cairan pembersih lantai?” ujarnya dengan nada kecewa.

Tak hanya itu, pihak keluarga juga menyayangkan penanganan lanjutan terhadap OH. Setelah mendapatkan tindakan medis di IGD, OH justru langsung dibawa kembali ke tahanan, meski disebut sempat disarankan untuk menjalani rawat inap.

“Kami justru diberitahu setelah OH sudah dibawa kembali oleh pihak BNN, bukan saat dia berada di IGD,” tambahnya.

Sementara itu, Humas RSUD Kota Prabumulih, Mario, membenarkan bahwa pasien tersebut sempat mendapatkan penanganan akibat keracunan cairan pembersih.

“Pasien datang dengan diagnosis keracunan Prostex. Sudah dilakukan pemasangan NGT dan bilas lambung. Kami menyarankan rawat inap,” jelasnya.

Namun, ia menegaskan bahwa pihak rumah sakit hanya dapat memberikan pelayanan sesuai prosedur medis.

“Itulah yang bisa kami sampaikan terkait data pasien tersebut,” ujarnya.

Hingga berita ini diterbitkan, Kepala BNN Kota Prabumulih AKBP Pauzia SP MSi belum memberikan tanggapan resmi saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp.

Kasus ini pun menuai kritik dari berbagai pihak. Publik menilai insiden tersebut bukan sekadar kejadian biasa, melainkan sinyal adanya potensi kelalaian dalam sistem pengawasan tahanan.

Jika terbukti terjadi kelalaian, maka evaluasi menyeluruh terhadap prosedur pengamanan dinilai sangat mendesak untuk dilakukan.

Minimnya penjelasan resmi dari pihak BNN membuat pertanyaan publik terus bergulir, terutama terkait bagaimana bahan kimia berbahaya bisa diakses oleh tahanan di dalam fasilitas yang seharusnya memiliki pengawasan ketat.

Kini, masyarakat menanti klarifikasi terbuka dari BNN Kota Prabumulih mengenai kronologi kejadian serta langkah evaluasi yang akan diambil guna mencegah insiden serupa terulang.

Share on Google Plus

About Potret Sumsel

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 Comments:

Posting Komentar