PRABUMULIH,Potretsumsel.id – Reses masa persidangan V Anggota DPRD Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) Tahun Anggaran 2026 digelar di SMA Negeri 3 Prabumulih, Selasa (17/2/2026). Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi pihak sekolah untuk menyampaikan berbagai aspirasi, khususnya terkait kebutuhan sarana dan prasarana penunjang proses belajar mengajar.
Kepala SMA Negeri 3 Prabumulih, Freny Listya dalam sambutannya mengucapkan selamat datang kepada rombongan Anggota DPRD Provinsi Sumatera Selatan serta tamu undangan yang hadir, termasuk Ketua Komite SMAN 3 Prabumulih Haji Karimun, para guru, staf tata usaha, dan siswa-siswi.
“Alhamdulillah, puji syukur kita panjatkan ke hadirat Allah SWT karena atas rahmat dan karunia-Nya kita dapat berkumpul dalam keadaan sehat untuk mengikuti kegiatan reses anggota DPRD Provinsi Sumatera Selatan di SMA Negeri 3 Prabumulih ini,” ujarnya.
Freny menceritakan, SMAN 3 Prabumulih berdiri sejak tahun 2003. Ia mengaku memiliki kedekatan emosional dengan sekolah tersebut karena mengawali karier sebagai guru honorer pada 2004.
“Saya tahu betul sejarah berdirinya sekolah ini, karena sejak awal saya sudah mengabdi di sini. Banyak prestasi yang telah diraih, baik di tingkat provinsi maupun nasional,” ungkapnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada DPRD Sumsel atas perjuangan aspirasi guru honorer yang kini sebagian besar telah diangkat menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Meski demikian, masih terdapat sekitar 17 tenaga honorer yang belum terakomodir.
Selain itu, pihak sekolah menghadapi keterbatasan tenaga kebersihan sejak diberlakukannya aturan pengelolaan dana komite. Saat ini, delapan petugas cleaning service masih dipertahankan demi mendukung kenyamanan lingkungan belajar.
Dalam kesempatan tersebut, Freny secara resmi mengajukan proposal pembangunan empat Ruang Kelas Baru (RKB). Saat ini, beberapa kelas masih memanfaatkan ruang asrama akibat keterbatasan ruang belajar.
“Tidak akan tercapai kualitas pendidikan yang maksimal tanpa didukung sarana dan prasarana yang memadai. Kami berharap aspirasi ini dapat diperjuangkan,” tegasnya.
DPRD Siap Perjuangkan Skala Prioritas
Perwakilan anggota DPRD Sumsel dari Dapil VI, Ahmad Palo, menjelaskan bahwa reses merupakan masa di mana anggota dewan kembali ke daerah pemilihan untuk menyerap aspirasi masyarakat.
Ia memperkenalkan anggota DPRD Dapil VI yang meliputi Prabumulih, PALI, dan Muara Enim, yakni Muhammad Muaz Arifqi (PKS, Komisi V bidang pendidikan dan kesehatan), Ismail Heru Pala (Demokrat, Komisi IV bidang infrastruktur), Muhammad Chandra (PKB, Komisi IV), Hj Lury Elza Alex Nurdin (Golkar, Komisi V), serta H Ganjar Iman (NasDem, Komisi II).
“DPRD memiliki kewenangan bersama gubernur dalam penganggaran. Jadi apa yang menjadi kebutuhan mendesak di dapil kami tentu akan kami perjuangkan,” kata Ahmad Palo.
Terkait usulan pembangunan empat RKB di SMAN 3 Prabumulih, ia menilai kebutuhan tersebut cukup mendesak. Dari hasil kunjungan ke sejumlah sekolah di Prabumulih, masih banyak yang mengalami kekurangan ruang kelas.
“Tidak mungkin kita menciptakan sumber daya manusia yang unggul tanpa ditunjang sarana yang baik. Kami akan melihat skala prioritas dan berupaya agar kebutuhan ini bisa direalisasikan,” ujarnya.
Aspirasi Guru dan Siswa: Bus Mahasiswa hingga Beasiswa Luar Daerah
Dalam sesi tanya jawab, Guru SMAN 3 Prabumulih, Rahayu Winarni, menyampaikan aspirasi terkait tingginya biaya hidup mahasiswa asal Prabumulih yang kuliah di luar daerah, terutama di Universitas Sriwijaya Kampus Indralaya.
Menurutnya, biaya kos di sekitar kampus mencapai Rp8 juta per tahun untuk yang termurah. Ia berharap adanya fasilitas bus khusus mahasiswa rute Prabumulih–Indralaya agar mahasiswa bisa pulang-pergi dan menekan biaya hidup.
“Kalau makan mereka bisa bawa bekal dari rumah. Kami berharap anak-anak tidak putus sekolah hanya karena faktor biaya,” ujarnya.
Ia juga mengusulkan adanya mess atau asrama mahasiswa Sumatera Selatan di kota-kota besar seperti Jakarta dan Yogyakarta bagi mahasiswa yang diterima di perguruan tinggi favorit seperti Universitas Indonesia dan Universitas Gadjah Mada.
Selain itu, ia menyoroti persoalan keseragaman pakaian dinas guru SMA yang kini menjadi kewenangan provinsi, agar ada standar seragam yang sama di seluruh Sumsel.
Sementara itu, siswa SMAN 3 Prabumulih, Risvy, mempertanyakan apakah terdapat skema beasiswa dari Pemprov Sumsel bagi mahasiswa yang kuliah di luar Sumatera Selatan, karena sejauh ini beasiswa lebih banyak terfokus di Unsri.
DPRD: Pendidikan Mandatory Spending 20 Persen APBD
Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Anggota DPRD Sumsel M Muaz menjelaskan bahwa kondisi APBD Sumsel saat ini masih menghadapi tantangan, termasuk pengurangan transfer pusat dan defisit anggaran tahun sebelumnya.
Namun demikian, ia menegaskan bahwa sektor pendidikan merupakan mandatory spending sesuai undang-undang, yakni minimal 20 persen dari APBD.
“Kalau APBD sekitar Rp9,7 triliun, maka lebih dari Rp2 triliun wajib dialokasikan untuk pendidikan. Jadi tentu kita masih dapat membangun,” jelasnya.
Ia juga menegaskan bahwa sekolah negeri tetap gratis, serta mengingatkan agar tidak ada pungutan liar (pungli) termasuk pemotongan dana Program Indonesia Pintar (PIP).
Terkait usulan transportasi mahasiswa, Muaz menyebut bahwa saat ini mahasiswa Prabumulih yang kuliah di Unsri dapat memanfaatkan bus Damri dengan tarif khusus Rp10 ribu cukup menunjukkan kartu mahasiswa. Ke depan, pihaknya akan berkoordinasi dengan pemerintah kota agar ada tambahan fasilitas transportasi.
Sementara itu, Hj Lury Elza Alex Nurdin menegaskan bahwa DPRD akan terus melakukan pengawasan dan menyampaikan usulan masyarakat kepada dinas terkait, meski kondisi anggaran mengalami efisiensi.
Kegiatan reses berlangsung hangat dan penuh keakraban. Selain menyerap aspirasi, anggota DPRD juga memberikan motivasi kepada para siswa agar terus berprestasi dan memanfaatkan fasilitas pendidikan dengan sebaik-baiknya.
Dengan adanya reses ini, diharapkan aspirasi SMAN 3 Prabumulih, khususnya pembangunan empat ruang kelas baru serta dukungan bagi mahasiswa, dapat menjadi prioritas dalam pembahasan anggaran mendatang demi peningkatan kualitas pendidikan di Kota Prabumulih.

0 Comments:
Posting Komentar