Puluhan Siswa Siswi Alami Kercuran Usai Menyantap MBG, Wabub Palii dan Wakil Ketua DPRD Angkat Bicara

 


 PALI,Potretsumsel.id – Sebanyak 65 siswa dari lima sekolah di Kabupaten PALI, Sumatera Selatan, diduga keracunan usai menyantap makan gizi gratis (MBG), Senin (5/5/2025). Setelah kejadian itu, polisi pun mengambil sampel makanan untuk diuji ke laboratorium.

“Ada 64 siswa dari 5 sekolah yang diduga mengalami keracunan makanan dan saat ini mereka sedang mendapatkan perawatan medis dari pihak rumah sakit dan dinas Kesehatan PALI,” kata Wakil Bupati PALI Iwan Tuaji, kepada awak media, Senin (5/5/2025).

Menurut Iwan, saat ini kondisi puluhan siswa tersebut mengalami sakit perut, kepala pusing dan mual. Saat ini pihaknya sedang menunggu hasil agar para siswa segera diberi obat.

“Untuk lima sekolah yang terdampak keracunan di antaranya SDN 28, SDN 25, dan SMP untuk dua sekolah lagi saya lupa tapi tapi semuanya dalam penangganan,” ujarnya.

Saat ini, kata Iwan, ada pengambilan sampel dari makanan tersebut oleh pihak kepolisian untuk dicek ke laboratorium.

“Pihak kepolisian telah mengambil sampel makanan untuk dicek ke laboratorium,” katanya.

Iwan pun berharap semoga tidak ada lagi siswa yang keracunan. Sebab besok masih ada ujian.

“Mudah-mudahan tidak banyak lagi yang terkena karena besok masih ada ujian,” ujarnya.

Ditanya apakah besok masih akan ada penyaluran MBG lagi ke sekolah setelah kejadian keracunan itu, Iwan mengatakan bahwa malam ini Bupati, Kapolres, Dinas Kesehatan, dan jajaran lainnya akan mengadakan rapat bersama.

“Nanti kita lihat langkah apa yang akan kita ambil dan juga masih menunggu hasil laboratorium,” ujarnya.

Kata Iwan, untuk MBG yang dikonsumsi para siswa tadi yakni ikan tongkol suwir dan sayuran.

“Kita tunggu rilis dari Bupati ya,” ujarnya.

Terpisah DPRD Pali terkait insiden ini menyampaikan Kritik tajam, salah satu datang dari Wakil Ketua II DPRD PALI, Firdaus Hasbullah, SH, MH, yang juga menjabat Ketua Umum DPW PGK Sumsel. Ia menegaskan, insiden ini tidak boleh dianggap sepele.

Bukannya gizi yang didapat, malah penyakit yang datang. Pemerintah dan Badan Gizi Nasional harus evaluasi total. 

Ini bukan makan siang biasa. Ini menyangkut nyawa anak-anak kita. Jangan ada celah sedikit pun dalam sistem penyediaan makanan,” tegasnya.

Firdaus juga menyoroti pentingnya standar operasional prosedur (SOP) dari Badan Gizi Nasional. Ia mendesak agar proses mulai dari pengadaan bahan makanan hingga distribusi harus diaudit menyeluruh.

Share on Google Plus

About Potret Sumsel

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 Comments:

Posting Komentar