| Foto Ilustrasi |
Muara Enim,Potret Sumsel-
Seorang siswa kelas VII MTsN Kecamatan Lawang Kidul Kabupaten Muara Enim alami kekerasan oleh oknum kepala sekolah berinisial P (38) Sabtu (09/09/2017). Dia adalah Ray Berlyn Trian (14) warga Jalan Kenari Kecamatan Lawang Kidul Kabupaten Muara Enim.
Menurut korban, kejadian berawal saat seluruh siswa di suruh berbaris di lapangan oleh guru, karena ada acara perpisahan guru yang mengajar di sana Sobirin, Tidak berselang lama kemudian di suruh bubar, akan tetapi di batalkan karena ada pesan dari kepala sekolah, karena kesal gagal bubar barisan, semua siswa bersorak tak ayal semua siswa bersorak.
Tidak senang karena para siswa bersorak, kepala sekolah tersebut langsung memanggil korban Berlyn untuk maju ke depan.
"Aku di panggil pak oleh Kepala Sekolah, trus Kepala Sekolah ngomong di depan wong rame dengan kata ini contoh siswa yang dak baik, trus muka aku langsung di tampar di depan wong rame, lalu di dorong sehingga kaki aku keseleo (terkilir,red), trus aku di pukul pakai batu cincin tapi aku ngindar, nah laju kenoh bahu sebelah kiri, akibat nya bahu aku bengkak, untung be ado pak Bambang yang misake aku dari Kepala Sekolah itu, Kalu dak ado pak Bambang dak tau aku cak mano," Ujar Berlyn saat disambangi Awak Media di kediamannya, Kamis (14/09/2017).
Akibat kejadian tersebut korban tidak berani lagi untuk masuk sekolah karena malu dan takut kepada guru gurunya.
Di tempat sama, Uus Sopyan Sahara (40) ketua PIN RI Kabupaten Muara Enim yang juga keluarga korban sangat menyayangkan dengan adanya kejadian ini, menurutnya tidak seharus dan sepantasnya seorang Oknum Guru, apalagi Sekolah tersebut berbau agama sampai melakukan penganiayaan terhadap siswa, seorang guru boleh marah kepada siswa nya, tapi tidak seanarkis seperti itu.
"Saya minta dan mendesak Kementerian Agama untuk segera bertindak dan segera memberikan sanksi kepada Oknum Guru tersebut, jangan sampai hal ini berkelanjutan, yang mengakibatkan akan terulang kekerasan yang lain," Terang Uus.
Sementara itu, saat di konfirmasi diruang kerja, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Muara Enim H Muhammad Abdu melalui Kasi Pendidikan Madrasah H Hasanudin S Ag sidikit enggan memberikan komentar terkait kekerasan tersebut, dan seolah menutup - nutupi permasalahan yang sedang terjadi.
"Tadi sudah di damaikan, dan orang tua korban dan kepala sekolah telah di pertemukan di satu tempat yang sama, kalau untuk sanksi itu wewenang Kakanwil, saya tidak ada hak untuk melakukan rolling Kepala Sekolah atau yang lain, karena kami hanya mendamaikan saja," Terang Hasan dengan sedikit cetus. (Ari, Sukri).
0 Comments:
Posting Komentar