Laporan : Wartawan potretsumsel.com, Aan Andriansyah
KAYUAGUNG, potretsumsel.com – Sebuah proyek pembangunan bronjong, penahan
badan jalan di Kelurahan Jua-jua Kecamatan Kayuagung Kabupaten Ogan
Komering Ilir (OKI), jebol karena kelalaian pihak tukang yang melakukan
penimbunan dibagian bahu jalan dengan pasir dari Sungai Komering.
Pekerjaan yang dikerjakan sepanjang 30 meter tersebut
diduga proyek pasang dalam, lantaran pihak kontraktor tidak memasang
papan, plang proyek yang menyebabkan warga sulit untuk melakukan
pengawasan proyek tersebut. Sedangkan pihak dinas PU Cipta Karya
Kabupaten OKI sendiri, sama sekali tidak melakukan pengawasan dan
teguran terhadap pemenang tender, sehingga pekerjaan yang dilakukan asal
jadi itu, roboh.
Pantauan wartawan, Rabu (19/10/2016) bronjong atau dam
penahan badan jalan tadi ambruk oleh tekanan air sungai dari dalam bahu
jalan, ketika dilakukan penimbunan dengan cara penyedotan pasir di
Sungai Komering untuk ditimbun ke pinggiran dam. Jebolnya dam tadi
disebabkan kurang kuatnya suatu bangunan dan tidak adanya pembuangan
air.
Bangunan sepanjang 8 meter dan tinggi 2 meter itu roboh
seketika dan tidak ada korban jiwa. Dam yang roboh tadi, sekarang ini
dalam perbaikan oleh pihak kontraktor. Hanya saja, wartawan yang hendak
melakukan peliputan, sempat diancam oleh pihak kontraktor dengan cara
mengangkat guluh baju salah seorang wartawan. Ancaman dan nyaris
dikeroyok oleh pihak kontraktor untuk tidak diberitakan.
“Mau apa kamu, jangan foto-foto, kamu jangan arogan,” kata
Toni yang mengaku pekerjaan pembangunan dam tersebut miliknya. “Jangan
coba-coba dengan kami, aku sudah pusing diberitakan yang bukan-bukan,”
tutur Toni yang menyebutkan pihaknya belum mengambil uang muka, dalam
pekerjaan dam ini dan sudah jelas kami rugi.
Ancaman demi ancaman dilakukan oleh pihak kontraktor,
supaya wartawan tidak diperbolehkan membuat berita. “Jangan dibuat lagi
beritanya, awas kalau kamu buat,” tegas Toni yang didampingi beberapa
rekannya menjaga proyek yang roboh.
Kadin PU CK Kabupaten OKI H Madani ST MM melalui Sekretaris
PU CK Ricardo ST mengatakan, kalau sampai ada pengancaman yang
dilakukan oleh sub kontraktor itu tidak benar. Pihak kontraktor akan
dipanggil dan nanti akan dilaporkan ke pimpinan terkait adanya wartawan
yang diancam.
“Jelas salah pihak kontraktor apabila melarang wartawan
meliput apalagi mengancam dengan mengangkat guluh baju. Saya belum dapat
laporan dan baru tahu karena ada tindakan kontraktor seperti itu,” ujar
Ricardo berulang kali menyesali perbuatan kontraktor dan hingga
sekarang belum ada kerugian negara.
Masih kata Ricardo, pihaknya selaku pemerintahan meminta
maaf dengan wartawan yang bersangkutan dan nanti pihak kontraktor segera
dipanggil dan nanti biar pimpinan yang memberikan teguran tegas.
Terpisah,Ketua Umum Lembaga Swadaya Masyarakat Gempar
Indonesia Sumatera Selatan Yudhi Candiago menyoroti adanya pekerjaan dam
jebol membuat pertanyaan besar, apa sebab terjadi jebolnya dam apakah
konstruksi tidak kuat atau kelalaian dalam pengawasan, ataupun bencana.
Apalagi melihat, pihak kontraktor tidak memasang papan
proyek sebagai control masyarakat untuk melihat pembangunan yang
sebenarnya seperti apa?. “Tidak adanya papan proyek ini hal yang sepeleh
tapi sangat berarti karena diatur dalam kepres No 88 Tahun 2003 tentang
pedoman pelaksanaan pengadaan barang/jasa pemerintah.
“Jelas kontraktor akan leluasa berupaya "bermain-main"
dalam pelaksanaan. Terbukti robohnya suatu bangunan yang ada di depan
mata tidak jauh dari kediaman Bupati OKI H Iskandar SE,” jelas Yudhi.
Yudhi berharap pejabat yang paham mengenai proyek saja
tidak bisa mengawasi pelaksanaan kegiatan, lantaran proyek tidak
memasang plang atau papan informasi paket pekerjaan, apalagi publik.
Sehingga pekerjaan dikerjakan asal jadi. “Pemasangan plang papan proyek
tutur Yudhi, diharuskan karena merupakan kewajiban sesuai
dengan Kepres No. 80 Tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengadaan
Barang/Jasa Pemerintah,” tutur Yudhi yang meminta tegas pihak pelaksana
diwajibkan untuk memasang plang papan nama proyek, sehingga masyarakat
mudah melakukan pengawasan terhadap proyek yang sedang dikerjakan (Aan)

0 Comments:
Posting Komentar