PRABUMULIH,Potretsumsel.id – Kebakaran hebat melanda dua unit rumah panggung berbahan kayu yang dijadikan tujuh pintu bedeng di Gang 2 Saudara, RT 01 RW 04, belakang Toko Singa Bola, Kelurahan Pasar I, Kecamatan Prabumulih Utara, Kota Prabumulih, Selasa (1/9/2026) sekitar pukul 13.30 WIB.
Peristiwa tersebut mengakibatkan dua rumah panggung yang terdiri dari tujuh pintu bedeng mengalami kerusakan berat hingga hangus terbakar. Dari tujuh bedeng tersebut, empat pintu berada di rumah panggung pertama dengan tiga di antaranya dihuni dan satu pintu dalam keadaan kosong. Sementara tiga pintu bedeng lainnya yang berada di rumah panggung kedua diketahui kosong dan tidak berpenghuni.
Informasi awal kebakaran diketahui setelah seorang saksi bernama Kiano (16) melihat kobaran api muncul dari salah satu bedeng kosong. Menyadari adanya kebakaran, saksi segera memberitahukan kejadian tersebut kepada ibunya, Marina (40).
Api dengan cepat membesar dan merambat ke bangunan bedeng lainnya yang berada berdekatan. Warga sekitar berupaya melakukan pertolongan serta segera melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian dan petugas pemadam kebakaran.
Mendapat laporan, petugas Pemadam Kebakaran bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Prabumulih langsung bergerak menuju lokasi. Sebanyak empat unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan untuk menjinakkan si jago merah.
Setelah berjibaku selama lebih kurang satu setengah jam bersama warga, api akhirnya berhasil dipadamkan sekitar pukul 15.00 WIB. Selain armada pemadam kebakaran, kendaraan tangki milik PDAM juga diterjunkan guna membantu proses pendinginan dan memastikan tidak ada lagi titik api yang berpotensi memicu kebakaran susulan.
Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Namun seorang penghuni bedeng bernama Edityawarman (58), yang berprofesi sebagai tukang ojek, mengalami luka bakar sekitar 13,5 persen. Korban mengalami luka bakar pada kedua kaki, lengan kanan, telinga kanan, serta bagian pipi dan pelipis sebelah kanan. Korban diketahui memiliki riwayat penyakit stroke.
Sementara penghuni lainnya, yakni Wawan (41), Arnia (50), dan Irma Inarsi (62), berhasil menyelamatkan diri dan tidak mengalami luka-luka.
Berdasarkan pendataan awal, kerugian materiel akibat kebakaran diperkirakan mencapai sekitar Rp350 juta. Adapun penyebab pasti kebakaran masih dalam proses penyelidikan oleh pihak kepolisian.
Dugaan sementara, api berasal dari korsleting arus listrik pada salah satu bedeng yang dalam kondisi kosong. Meski demikian, polisi masih melakukan pemeriksaan secara ilmiah untuk memastikan titik awal dan penyebab pasti kebakaran.
Usai api berhasil dipadamkan dan lokasi dinyatakan aman, Tim Identifikasi INAFIS Satreskrim Polres Prabumulih bersama personel terkait langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Petugas terlebih dahulu memastikan kondisi lokasi aman dengan berkoordinasi bersama petugas pemadam kebakaran dan PLN guna memastikan area telah dingin, aliran listrik diputus, serta struktur bangunan memungkinkan untuk dilakukan pemeriksaan.
Selanjutnya, personel melakukan sterilisasi lokasi dengan memasang garis polisi dan membatasi akses masyarakat yang tidak berkepentingan. Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga keutuhan barang bukti sekaligus mencegah perubahan kondisi TKP.
Tim INAFIS kemudian melakukan dokumentasi menyeluruh terhadap lokasi kejadian, mulai dari kondisi bangunan, arah rambatan api, tingkat kerusakan, hingga bagian-bagian yang diduga berkaitan dengan sumber kebakaran.
Pemeriksaan dilakukan melalui dokumentasi fotografi dan pengamatan detail guna membantu petugas menentukan titik awal api (origin of fire) serta mengungkap penyebab pasti kebakaran.
Kapolres Prabumulih AKBP Gunarto, S.I.K., M.H., M.Tr.Mil., melalui Kapolsek Prabumulih Barat IPTU Thomas Siswo Purnomo, S.H., mengatakan pihak kepolisian bersama unsur terkait bergerak cepat melakukan penanganan sejak awal kejadian.
“Dalam kejadian ini tidak terdapat korban jiwa. Kami bersama unsur terkait langsung melakukan penanganan di lokasi dan memastikan api benar-benar padam serta situasi aman,” ujar IPTU Thomas.
Ia menambahkan, setelah proses pemadaman selesai, personel kepolisian bersama Tim INAFIS Satreskrim Polres Prabumulih langsung melakukan olah TKP guna mengungkap penyebab kebakaran.
“Untuk penyebab kebakaran masih kami dalami. Dugaan awal mengarah pada korsleting arus listrik, namun untuk memastikan penyebab dan titik awal api, Tim INAFIS melakukan pemeriksaan secara ilmiah di lokasi,” jelasnya.
Kapolsek juga mengapresiasi respons cepat petugas Pemadam Kebakaran, BPBD, PDAM, personel kepolisian, serta masyarakat yang bahu-membahu membantu proses pemadaman.
“Sinergi seluruh unsur dan kepedulian masyarakat sangat membantu dalam mempercepat proses pemadaman. Kami mengimbau masyarakat untuk selalu memperhatikan kondisi instalasi listrik dan segera melaporkan apabila menemukan potensi yang dapat menimbulkan kebakaran,” pungkasnya.
Saat ini lokasi kejadian telah diamankan dan proses penyelidikan terkait penyebab kebakaran masih terus dilakukan oleh pihak kepolisian.

0 Comments:
Posting Komentar