PRABUMULIH,Potretsumsel.id – Pernyataan DN yang menyebut sebagian kerugian warga terdampak kebakaran telah diganti dan sejumlah kerusakan rumah telah diperbaiki mendapat tanggapan dari salah satu warga terdampak, Mariska.
Mariska membenarkan bahwa memang telah dilakukan perbaikan pada beberapa bagian rumahnya, khususnya atap yang mengalami kerusakan akibat peristiwa kebakaran beberapa waktu lalu. Namun, menurutnya, hasil perbaikan tersebut belum sepenuhnya menyelesaikan persoalan yang ada.
“Memang benar ada yang diperbaiki, terutama bagian atap. Tetapi perbaikannya masih belum maksimal. Tadi malam saat hujan lebat, bagian atap yang diperbaiki kembali bocor dan air membasahi barang-barang kami,” ujar Mariska kepada wartawan.
Akibat kebocoran tersebut, dirinya dan keluarga terpaksa membuat tampungan sementara di dalam rumah untuk menahan air hujan agar tidak menyebar ke ruangan lain.
“Kami terpaksa membuat tampungan air supaya airnya tidak mengalir ke mana-mana dan semakin membasahi barang-barang yang ada di dalam rumah,” katanya.
Tembok Retak Jadi Kekhawatiran Utama
Selain persoalan atap, Mariska mengaku lebih khawatir terhadap kondisi tembok rumah yang mengalami retakan pascakebakaran dan hingga kini belum mendapatkan penanganan sebagaimana yang diharapkannya.
Menurutnya, retakan tersebut kini mulai menunjukkan adanya rembesan air, sehingga menimbulkan kekhawatiran terhadap keamanan bangunan.
“Yang sangat menjadi kekhawatiran kami adalah tembok yang retak akibat kejadian kebakaran kemarin sampai sekarang belum diperbaiki. Bahkan sekarang ada rembesan air dari dalam retakan tersebut,” ungkapnya.
Ia mengaku terus dihantui rasa cemas terhadap keselamatan anggota keluarganya, terutama anak-anak yang sering berada di rumah ketika dirinya dan suami sedang bekerja.
“Bagaimana kalau saya sedang berdagang di pasar, suami saya sedang bekerja, kemudian anak saya berada dekat tembok tersebut dan tiba-tiba tembok itu ambruk? Itu yang menjadi beban mental kami,” tuturnya.
Keselamatan Anak Jadi Prioritas
Mariska menegaskan bahwa persoalan yang dihadapi keluarganya bukan semata mengenai nilai kerugian materi atau kondisi bangunan, melainkan keselamatan anak-anaknya.
“Rumah itu bukan masalah bagi kami. Yang lebih berharga adalah nyawa anak kami. Apa jadinya kalau sampai nyawa anak kami melayang?” ujarnya.
Karena itu, ia berharap pihak yang berkaitan dengan persoalan tersebut dapat segera memberikan perhatian terhadap kondisi bangunan yang mengalami kerusakan, khususnya tembok yang retak.
“Kami mohon agar kiranya masalah ini secepat mungkin ditindaklanjuti oleh pihak yang bersangkutan. Kami ingin hidup tenang dan tenteram tanpa harus terus memikirkan kemungkinan yang tidak kami inginkan,” katanya.
Trauma Pascakebakaran Masih Membekas
Selain kerusakan fisik rumah, Mariska mengaku masih merasakan trauma akibat peristiwa kebakaran yang terjadi sebelumnya.
Menurutnya, rasa khawatir tersebut kerap mengganggu aktivitas sehari-hari, termasuk saat dirinya berjualan di pasar.
“Saya sampai sekarang masih trauma akibat kejadian kebakaran kemarin. Mau berjualan saja saya sudah tidak fokus lagi karena terus memikirkan dan mengawasi anak-anak saya di rumah,” ungkapnya.
Ia mengatakan kekhawatiran itu semakin besar karena dirinya dan suami memiliki aktivitas pekerjaan masing-masing sehingga tidak dapat setiap saat berada di rumah untuk memantau kondisi bangunan.
“Saya di pasar, suami bekerja. Kalau tiba-tiba ada api lagi bagaimana? Saya trauma sekali,” ujarnya.
Perlu Verifikasi dan Pemeriksaan Teknis
Terkait kondisi tembok retak dan atap yang disebut masih bermasalah, diperlukan pemeriksaan teknis oleh pihak yang berkompeten untuk memastikan tingkat kerusakan dan keamanan bangunan.
Pemeriksaan tersebut dinilai penting guna mengetahui apakah retakan yang terjadi hanya bersifat permukaan atau berkaitan dengan struktur bangunan, serta apakah rembesan air yang muncul dapat mempengaruhi kekuatan dinding.
Mariska berharap persoalan tersebut tidak menunggu hingga terjadi hal yang lebih serius.
“Kami hanya ingin keselamatan anak-anak kami terjamin. Jangan sampai nanti terjadi sesuatu yang baru semua pihak bertindak. Kami ingin masalah ini diselesaikan sebelum terjadi hal yang tidak diinginkan,” tegasnya.
Publik Menunggu Kejelasan
Sebelumnya, DN menyampaikan bahwa sebagian kerugian warga terdampak telah diselesaikan, termasuk perbaikan atap rumah dan penggantian sepeda motor yang rusak akibat kebakaran.
Namun, keterangan Mariska menunjukkan masih adanya persoalan yang menurutnya belum tuntas, terutama terkait kondisi atap yang kembali bocor dan tembok rumah yang mengalami retakan.
Perbedaan keterangan tersebut masih memerlukan verifikasi lebih lanjut melalui pemeriksaan lapangan, dokumentasi kerusakan, bukti perbaikan, serta keterangan dari seluruh pihak yang berkaitan.
Hingga berita ini diterbitkan, kondisi tembok retak dan atap yang disebut masih bocor merupakan keterangan dari Mariska dan belum diverifikasi melalui pemeriksaan teknis independen.
Redaksi tetap membuka ruang hak jawab dan klarifikasi kepada DN maupun pihak terkait lainnya guna menjaga keberimbangan, akurasi, dan prinsip jurnalistik dalam pemberitaan.

0 Comments:
Posting Komentar