PRABUMULIH, Potretsumsel.id– Menjalankan operasi produksi yang berdampingan dengan masyarakat, Pertamina EP (PEP) Prabumulih menunjukkan respons cepat dalam membantu penanganan kebakaran yang terjadi di lingkungan warga. Dalam beberapa hari terakhir, tim pemadam kebakaran dari PEP Prabumulih Field dan PEP Limau Field bergerak sigap membantu proses pemadaman pada dua peristiwa kebakaran yang terjadi di wilayah sekitar operasi perusahaan, 10 Juni 2026.
Tim pemadam kebakaran yang berada di bawah komando Site Emergency Response Team (SERT) tersebut diterjunkan untuk membantu warga dan mencegah meluasnya dampak kebakaran.
Pada Senin (8/6/2026) siang, SERT PEP Prabumulih Field menerima laporan adanya kepulan asap hitam di sekitar RT 05 RW 01, Kelurahan Patih Galung, Kota Prabumulih. Menindaklanjuti laporan tersebut, satu unit mobil pemadam kebakaran langsung diterjunkan ke lokasi kejadian.
Saat tiba di lokasi, api diketahui telah membakar sejumlah rumah kontrakan milik warga. Bersama personel Pemadam Kebakaran Kota Prabumulih, tim SERT PEP Prabumulih Field turut membantu proses pemadaman dan pendinginan guna mencegah api merembet ke bangunan lain di sekitar lokasi.
Di lokasi berbeda, SERT PEP Limau Field juga bergerak cepat membantu warga memadamkan kebakaran yang terjadi di Desa Tebat Agung, Kecamatan Rambang Niru, Kabupaten Muara Enim, pada Minggu (7/6/2026).
Setelah menerima laporan dari masyarakat, tim menerjunkan satu unit mobil pemadam kebakaran yang didukung lima personel. Berkat respons cepat tersebut, api berhasil dipadamkan dalam waktu sekitar satu setengah jam.
Kepala Desa Tebat Agung, Riswandi, mengapresiasi kesigapan tim pemadam dari PEP Limau Field.
“Seandainya tim damkar Limau Field tidak sigap melakukan pemadaman, dikhawatirkan kebakaran akan menyebar luas ke rumah warga di sekitar lokasi kejadian,” ujarnya.
Manager Health, Safety, Security and Environment (HSSE) Pertamina EP Prabumulih Field, Irwan Gasgoro, mengatakan bahwa keterlibatan perusahaan dalam membantu penanganan kebakaran merupakan bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang tinggal di sekitar wilayah operasi.
“Peralatan emergency response untuk kebakaran memang diperuntukkan bagi keselamatan operasi produksi migas. Namun bila terjadi kondisi darurat di sekitar wilayah operasi, kami berkomitmen untuk cepat melakukan penanganan pemadaman kebakaran dan sigap membantu masyarakat,” kata Irwan.
Menurutnya, langkah cepat tersebut tidak hanya membantu mengurangi kerugian yang lebih besar bagi masyarakat, tetapi juga mencegah potensi bahaya yang dapat berdampak terhadap kegiatan operasi produksi.
Partisipasi PEP Prabumulih dan wilayah operasi lainnya di bawah PHR Regional Sumatra Zona 4 dalam menangani berbagai kondisi kegawatdaruratan, termasuk kebakaran, merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk terus hidup berdampingan dan memberikan manfaat bagi masyarakat di sekitar wilayah operasinya.
Tentang PHR Regional Sumatra Zona 4
PHR Regional Sumatra Zona 4, yang merupakan bagian dari Subholding Upstream Pertamina, mengoperasikan tujuh wilayah kerja Pertamina EP (PEP) dan Pertamina Hulu Energi (PHE), yakni PEP Prabumulih Field, PEP Limau Field, PEP Adera Field, PEP Pendopo Field, PEP Ramba Field, PHE Ogan Komering, dan PHE Raja Tempirai.
Wilayah operasi tersebut tersebar di Kota Prabumulih dan Palembang serta sembilan kabupaten, yaitu Muara Enim, PALI, Lahat, Musi Rawas, Musi Rawas Utara, Musi Banyuasin, Banyuasin, Ogan Ilir, dan Ogan Komering Ulu.
Seluruh kegiatan operasional PHR Regional Sumatra Zona 4 berada di bawah koordinasi dan pengawasan SKK Migas Perwakilan Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel).

0 Comments:
Posting Komentar