OGAN ILIR,Potretsumsel.id – Banyaknya ruas jalan di Kabupaten Ogan Ilir yang nyaris tertutup rerumputan mendapat sorotan dari anggota DPRD Ogan Ilir, Ahmad Rizki Aditya. Hal tersebut disampaikannya langsung kepada Bupati Ogan Ilir saat melakukan interupsi dalam Rapat Paripurna XXX DPRD Ogan Ilir masa sidang ke-II Tahun 2026.
Dalam penyampaiannya, Ahmad Rizki Aditya meminta pemerintah daerah segera mengambil langkah agar kondisi jalan tidak membahayakan pengguna jalan.
“Banyak sekali jalan di Kabupaten Ogan Ilir nyaris tertutup rerumputan, mohon agar Pak Bupati memerintahkan dinas terkait untuk melakukan tebas bayang,” ungkapnya, Kamis (23/4/2026).
Menanggapi hal tersebut, Bupati Ogan Ilir Panca Wijaya Akbar langsung menginstruksikan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) untuk menindaklanjuti laporan yang disampaikan anggota DPRD tersebut.
Menurut Panca, tingginya intensitas curah hujan belakangan ini menyebabkan rumput tumbuh dengan cepat hingga memakan badan jalan di sejumlah wilayah.
“Karena curah hujan cukup tinggi, banyak ruas jalan mulai menyempit akibat rumput yang tumbuh di badan jalan,” katanya.
Ia menjelaskan, untuk kegiatan tebas bayang memang belum seluruhnya dapat tercover, namun setiap laporan dari masyarakat maupun DPRD akan tetap ditindaklanjuti oleh pemerintah daerah.
“Selagi ada laporan, pastinya akan kami tindak lanjuti,” tegasnya.
Selain itu, Panca juga menyebut pihaknya melalui Sekretaris Daerah nantinya akan mengimbau seluruh kepala desa agar turut bertanggung jawab menjaga kebersihan ruas jalan di wilayah masing-masing.
“Mungkin nanti dari Sekda akan menghimbau seluruh kepala desa agar ruas jalan di wilayah desa masing-masing menjadi tanggung jawab bersama,” ujarnya.
Sementara untuk ruas jalan yang panjang, DLH akan tetap melakukan penanganan, termasuk untuk beberapa ruas jalan provinsi yang memerlukan koordinasi lebih lanjut.
“Untuk ruas yang panjang, DLH dapat meng-cover termasuk ruas provinsi juga, nanti butuh dukungan dari pihak provinsi,” terangnya.
Dalam kesempatan itu, Bupati juga menyinggung soal serapan anggaran sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang dinilai masih belum maksimal dan berharap ke depan dapat lebih baik lagi.
Selain masalah jalan, Panca turut menanggapi keluhan terkait dugaan pencemaran di Desa Sarang Elang yang disebut-sebut berasal dari Tempat Pembuangan Akhir (TPA).
“Terkait pencemaran di Desa Sarang Elang yang disebabkan oleh TPA, nantinya saya akan instruksikan DLH untuk mengambil sampel,” imbuhnya.
Ia menegaskan, pemerintah daerah akan mencari tahu sumber pencemaran tersebut. Jika terbukti berasal dari perusahaan tertentu maka akan dipanggil, sedangkan jika berasal dari TPA maka akan dilakukan pembenahan.
“Yang pasti, apa yang disampaikan dan dikeluhkan beberapa anggota DPRD tadi akan segera kita tindak lanjuti,” pungkasnya.

0 Comments:
Posting Komentar