Undangan Salat Idulfitri Viral, Kabag Kesra Prabumulih Akui Miskomunikasi Internal

 


PRABUMULIH,Potretsumsel.id – Viral di media sosial, beredarnya undangan yang mengatasnamakan Pemerintah Kota Prabumulih dan ditujukan kepada RT/RW terkait pelaksanaan Salat Idulfitri, langsung mendapat tanggapan dari Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) Kota Prabumulih, Feri Mulyadi.

Feri menjelaskan, beredarnya undangan tersebut disebabkan adanya miskomunikasi internal antara dirinya dengan staf di Bagian Kesra. Ia menegaskan bahwa undangan tersebut seharusnya belum dibagikan karena masih menunggu hasil sidang isbat penentuan Hari Raya Idulfitri.

“Sebenarnya undangan itu belum ada perintah wali kota untuk dibagikan karena masih menunggu sidang isbat,” ujar Feri kepada wartawan.

Menurut Feri, staf di bagian Kesra telah lebih dulu menyebarkan sebagian undangan kepada ketua RT dan RW tanpa instruksi resmi. Padahal, dokumen yang seharusnya dibagikan saat itu adalah surat tugas, bukan undangan kegiatan.

“Yang saya suruh bagikan itu surat tugas,” tegasnya.

Ia juga menambahkan, untuk undangan yang ditujukan kepada Organisasi Perangkat Daerah (OPD), pihaknya sebenarnya telah menyertakan catatan agar pelaksanaan kegiatan menyesuaikan hasil sidang isbat. Namun, informasi tersebut tidak tersampaikan dengan baik sehingga menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.

“Kalau undangan untuk OPD di lembar kedua ada catatan agar menyesuaikan sidang isbat, tapi ini jelas miskomunikasi kami,” akunya.

Atas kejadian tersebut, Feri menyampaikan permohonan maaf dan menyatakan kesiapannya untuk bertanggung jawab.

“Saya meminta maaf atas kejadian ini dan siap mengundurkan diri dari jabatan,” ungkapnya.

Diketahui, undangan yang beredar tersebut berkaitan dengan rencana pelaksanaan Salat Idulfitri di Masjid Islamic Center Prabumulih.

Sementara itu, di tempat terpisah, Wali Kota Prabumulih, Arlan, menegaskan bahwa dirinya belum memberikan perintah untuk menyebarluaskan undangan tersebut. Meski surat undangan telah ditandatangani, ia meminta agar pendistribusiannya menunggu keputusan resmi pemerintah melalui sidang isbat.

“Kemarin sudah saya tandatangani undangan itu, tapi belum saya suruh edarkan, masih menunggu sidang isbat pemerintah,” tegas Arlan.

Share on Google Plus

About Potret Sumsel

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 Comments:

Posting Komentar