PRABUMULIH,POTRETSUMSEL.ID– Pembangunan Cytotoxic Drug Cabinet (CDC) di RSUD Kota Prabumulih merupakan langkah nyata Pemerintah Kota dalam meningkatkan layanan kesehatan, khususnya bagi pasien kanker. Jum’at, 1 Agustus 2025.
Proyek ini selaras dengan program prioritas Wali Kota Prabumulih, H. Arlan, dan Wakil Wali Kota, Franky Nasril, yang berkomitmen untuk terus memperbaiki fasilitas dan pelayanan rumah sakit daerah.
Salah satu tujuannya adalah agar masyarakat Prabumulih tidak lagi harus pergi jauh ke Palembang untuk menjalani pengobatan kemoterapi. Gedung CDC ini akan menjadi ruang kemoterapi pertama di Kota Prabumulih, sekaligus menandai kemajuan penting dalam pelayanan onkologi di daerah.
Pemerintah Kota juga menegaskan bahwa pembangunan proyek strategis ini dilaksanakan secara profesional, transparan, dan sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Proyek bernilai lebih dari Rp1,4 miliar tersebut dikerjakan oleh CV Asefa Jaya, dibawah pengawasan teknis Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Prabumulih, serta mendapat pendampingan hukum dari Kejaksaan Negeri Prabumulih untuk memastikan proses berjalan akuntabel dan bebas dari penyimpangan.
pendampingan dari Kejari Prabumulih untuk pengawasan pembangunan Pemerintah.
Rika Mardiansyah, ST, selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), menegaskan bahwa proyek ini bukan kegiatan mendadak, melainkan hasil perencanaan matang yang masuk dalam agenda pembangunan kesehatan daerah.
“Pembangunan ini diawasi secara ketat oleh PUPR dan Kejaksaan Negeri. Di lapangan, telah dipasang papan informasi proyek, serta seluruh tenaga kerja dilengkapi atribut keselamatan kerja (K3). Semua proses dijalankan terbuka dan profesional,” ujar Rika saat ditemui di lokasi proyek, Jumat (1/8/2025).
Ia juga menyebutkan bahwa desain bangunan telah melalui proses verifikasi dari Kementerian Kesehatan. Aspek material, sistem sirkulasi udara, hingga pengamanan terhadap bahan kimia berbahaya semuanya disesuaikan dengan standar medis nasional.
Sementara, Direktur RSUD Prabumulih, drg. Sriwidiastuti, membenarkan bahwa gedung ini akan difungsikan sebagai fasilitas untuk penanganan pasien kanker.
“Gedung ini akan menjadi fasilitas khusus untuk kemoterapi. Ini yang pertama di Prabumulih dan sangat dibutuhkan masyarakat,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa pembangunan gedung CDC ini bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) dari anggaran pusat melalui Kementerian Kesehatan.
Namun sayangnya, banyak pihak yang mengatasnamakan wartawan dengan dalih kontrol sosial justru menyebarkan informasi miring kepada pemerintah, tanpa disertai konfirmasi atau klarifikasi dari pihak yang bertanggung jawab atas proyek tersebut. Pemerintah menyesalkan munculnya pemberitaan sepihak yang berpotensi menyesatkan opini publik.
Di tempat terpisah, Wali Kota Prabumulih, H. Arlan, menyampaikan harapannya agar RSUD Prabumulih ke depan dapat menjadi rujukan utama masyarakat, sehingga tidak perlu lagi jauh-jauh ke luar kota, khususnya ke Palembang.
“Kita ingin RSUD menjadi rumah sakit rujukan pertama warga. Kita juga telah mengajukan proposal pembangunan gedung lima lantai. Bila disetujui oleh Gubernur Sumatera Selatan, akan dibangun fasilitas baru di RSUD,” jelas Arlan belum lama ini.
Pemkot Prabumulih berharap masyarakat tetap mendukung pembangunan fasilitas kesehatan ini, serta bijak dalam menyerap informasi yang beredar, dengan tetap mengedepankan fakta dan konfirmasi resmi dari pihak terkait.

0 Comments:
Posting Komentar