Muara Enim, potretsumsel.co.id -- PLT Bupati MuaraEnim H.Juarsah.SH melalui Sekretaris Daerah H. Hasanudin, didampingi Asisten II, Amrullah Jamaluddin, dan Kepala Dinas Ketenagakerjaan, Hj. Siti Herawati. Memimpin Rapat Pencegahan Penularan Virus Corona yang mewabah di seluruh dunia, bertempat di Ruang Rapat Pangripta Sriwijaya Kantor Bappeda Muara Enim, Jum'at(31/1/2020).
Hal ini disampaikan oleh Kabag Humas dan Protokol Pemkab MuaraEnim Arie Irawan Sstp.Msi kepada potretsumsel.co.id melalui keterangan resminya
Penyebaran virus Corona telah menyebar begitu cepat, ada kurang lebih 12 ribu penduduk dunia yang terinfeksi virus Corona, informasi yang dihimpun virus sudah menyebar ke sejumlah negara di Asia, termasuk negara Amerika, dan Eropa dan lainnya.
"Menurut informasi yang beredar penyebaran virus berasal dari Kota Wuhan, Hubei, China RRC. Yang sampai sekarang sudah memakan korban jiwa sebanyak 80 orang, dan 1.2 ribu diindikasi terjangkit virus tersebut" Ujarnya
PemKab Muara Enim, bertindak cepat dalam mengantisipasi terjangkitnya virus Corona yang tersebar. Pada arahannya Sekda Muara Enim mengatakan terkait tenaga kerja asing yang masuk RSUD rabain kemarin, ternyata itu hanya terkena demam berdarah, bukan virus Corona, jangan menyebarkan berita yang tidak benar, tidak semua yang terjangkit flu dan batuk bisa tertular virus, apalagi Warga Negara Asing (WNA) yang berasal dari China terkena sakit, belum tentu terjaring virus Corona, butuh pemeriksaan lebih lanjut untuk memutuskan apakah benar terjangkit virus atau tidak.
"Pemkab Muara Enim selalu memantau perkembangan WNA yang masuk ke Kabupaten Muara Enim. Langkah strategis Pemkab Muara Enim mengantisipasi penyebaran virus tersebut, dengan membentuk tim khusus pencegahan virus Corona secepatnya," kata Sekda.
Di Kabupaten Muara Enim sebagian besar WNA yang bekerja, sedang berlibur di China, untuk mengantisipasi bersama, bulan februari mereka pulang ke Kabupaten kita, dan bekerja. Diharapkan untuk tim petugas khusus dari imigrasi selalu memantau perkembangan WNA kembali ke Kabupaten kita.
Lanjutnya, langkah strategis Pemkab Muara Enim melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) sudah mengirim surat ke semua perusahaan yang mempekerjakan tenaga asing, supaya selalu mengontrol pegawainya, jangan sampai pembangunan yang sedang berjalan di Kabupaten Muara Enim terganggu, apa yang menjadi tolak ukur utama perkembangan yang terjadi pada WNA yang keluar masuk dan berlibur di China.
Sekda menghimbau kepada masyarakat Kabupaten Muara Enim, untuk tahap awal pencegahan diwajibkan untuk memakai masker setiap beraktivitas di luar rumah. Dan setiap bulannya harus ada laporan ke Gubernur Sumsel, sesuai surat edaran Pertanggal tanggal 30 Januari 2020 kemarin, harus di tindak lanjuti, dan jangan dianggap sepele.
Sementara itu, dari Dinas Kesehatan sudah mengantisipasi dengan mengirimkan surat kepada seluruh Puskesmas, untuk mengambil kesiapsiagaan yang terjadi diwilayah kerja masing-masing, deteksi dini, ada riwayat perjalanan ke negara terjangkit, serta menjelaskan cara pencegahannya, dengan rajin mencuci tangan dan menggunakan masker, jika ada gejala yang terjangkit segeralah periksakan ke Puskesmas terdekat.
Terpisah Kakanim Imigrasi Kelas II Non TPI MuaraEnim Bpk Made Nur Hepi Juniartha.SH.M.A.P melalui Kasi Dokumen dan izin Tinggal Keimigrasian Bpk Haryono saat di konfirmasi oleh potretsumsel.co.id menjelaskan bahwa pihak imigrasi akan memperketat pengawasan terhadap WNA yg masuk ke dalam negeri.
'Di setiap bandara/pelabuhan di sana sudah ada pegawai imigrasi tim kesehatan/karantina yg bertugas mengecek kesehatan setiap WNA yg ingin masuk kedalam Negeri. Jika terbukti/terdeteksi mereka terjangkit virus. Sudah pasti akan di karantina kemudian di deportasi/kembalikan ke asalnya" Ujarnya
Haryono juga menghimbau agar setiap masyarakat tidak membuat isu kabar Hoax terkait berkeliaran WNA yg membawa virus Corona, hal tersebut dapat membuat kegaduhan/keresahan di tengah masyarakat
"Imigrasi MuaraEnim mendukung sepenuhnya terkait pencegahan dan penanggulangan virus Corona disetiap wilayah kerjanya sesuai dengan tupoksi nya. setiap ada warga yg menemukan WNA Terjangkit/Suspect Virus Corona agar dapat melaporkan ke dinas terkait(Dinas kesehatan), jika benar terbukti Dinkes memberikan keterangan WNA tersebut Terjangkit/Suspect virus Corona, Tentunya akan segera kita tindak lanjuti dengan mendeportasikan mereka ke negara asalnya sesuai dengan ketentuan perundangan undangan yg berlaku" Pungkasnya (Endi)
Langganan:
Posting Komentar
(
Atom
)

0 Comments:
Posting Komentar