Warga Keluhkan Dugaan Bau Limbah Dapur SPPG Muara Dua, Aktivitas Terganggu

 


PRABUMULIH,Potretsumsel.id– Sejumlah warga di Jalan Lekipali, Kelurahan Muara Dua, Kecamatan Prabumulih Timur, Kota Prabumulih, mengeluhkan bau tidak sedap yang diduga berasal dari limbah dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Muara Dua.

Bau menyengat tersebut disebut telah tercium sejak sekitar satu bulan terakhir dan dinilai cukup mengganggu aktivitas sehari-hari warga. Salah satu warga sekitar, AM (48), mengungkapkan bahwa limbah cair dari dapur program Makanan Bergizi Gratis (MBG) mengalir ke selokan yang berada di pinggir rumah warga.

Akibatnya, aroma tidak sedap kerap masuk hingga ke dalam rumah, terutama saat angin bertiup dan saat hujan turun. Ia mengaku kondisi tersebut membuat keluarganya merasa tidak nyaman, bahkan mengganggu waktu istirahat dan makan.

“Limbah dari dapur SPPG Muara Dua itu mengalir ke selokan di pinggir rumah warga. Aromanya sangat mengganggu, apalagi sudah dirasakan sejak beberapa waktu terakhir,” ujarnya.

Keluhan serupa juga disampaikan oleh Sherli, salah satu Ketua RT setempat. Ia membenarkan bahwa bau dari limbah tersebut membuat warga tidak nyaman dan mengganggu aktivitas sehari-hari, terutama bagi warga yang tinggal di wilayah bawah seperti di Jalan Edelweis.

“Iya, apalagi kalau hujan, baunya semakin terasa. Terutama di daerah bawah seperti di Jalan Edelweis,” ungkapnya, Rabu (8/4/2026).

Menanggapi keluhan tersebut, Kepala Dapur SPPG Muara Dua, Doni, menjelaskan bahwa pihaknya hingga saat ini belum menerima laporan secara langsung dari masyarakat terkait permasalahan tersebut. Informasi yang diterima masih sebatas dari pemberitaan dan kabar yang beredar.

“Kami membuka ruang seluas-luasnya untuk pengaduan dari masyarakat. Jika ada hal yang dirasa mengganggu, sebaiknya disampaikan langsung kepada kami agar informasinya jelas dan tidak simpang siur,” jelasnya.

Doni menambahkan, pihaknya bersama mitra selama ini terus berupaya melakukan perbaikan terhadap hal-hal yang dinilai kurang layak oleh masyarakat. Namun demikian, ia menegaskan bahwa belum ada laporan resmi terkait kendala pada instalasi pengolahan air limbah (IPAL) di dapur tersebut.

Terkait pengelolaan limbah, Doni menjelaskan bahwa dapur SPPG telah menerapkan sistem pemisahan alur pencucian antara bahan sayuran dan daging. Untuk limbah dari pengolahan daging, pihaknya juga menyiapkan dua filter lemak sebelum air limbah masuk ke sistem IPAL.

“Limbah kemudian diproses melalui tiga chamber, dilanjutkan ke beberapa kolam filtrasi dan kolam kontrol sebelum akhirnya dialirkan keluar,” terangnya.

Ia juga menyebutkan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup. Meski belum ada standar teknis rinci yang diberikan, prinsip utama yang ditekankan adalah memastikan air limbah yang dibuang tidak mencemari lingkungan.

“Kami akan terus berupaya memperbaiki sistem yang ada agar tidak menimbulkan dampak negatif bagi masyarakat,” pungkasnya.

Share on Google Plus

About Potret Sumsel

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 Comments:

Posting Komentar