Kacaukan Rockin Mob, Tujuh Pemuda Mabok Diamankan
PRABUMULIH,Potret Sumsel - Gara-gara mencoba membuat kekacauan di akhir Prabumulih Rockin Mob yang digelar Community All Music Prabumulih (CAMP) di Taman Kota (Tamkot) Prabu Jaya dengan berkelahi antar sesamanya, tujuh pemuda yang diduga mabok terpaksa diamankan petugas dari Tantura Sat Sabhara Polres Prabumulih, minggu (21/1/2018).
Ketujuh pemuda tersebut, antara lain, Ari Ramadani (20) dan Indra (16) warga Gunung Ibul, Dimas Setiaji (18) warga Wonosari, Rahmat (16) warga Karang Raja I, Wahyu (17) warga Dusun Prabumulih (Duspra), Sandi (20) dan Angga (19) warga sekitar SMP Muhammadiyah.
Kapolres Prabumulih, AKBP Andes Purwanti SE MM melalui Kapolsek Prabumulih Timur, AKP Hernando SH MM didampingi Wakapolsek Iptu Aris Munandar mengatakan, untuk menghindari hal-hal tidak diinginkan tujuh pemuda tersebut terpaksa diamankan sementara.
“Diakhir acara, ketujuh pemuda tersebut diduga mabok terlihat berkelahi antar sesamanya. Untungnya petugas dari Tantura Sat Sabhara langsung bergerak cepat untuk memisahkan dan mengamankannya,” terang Aris dibincangi GLOBALPLANET. news, minggu (21/1/2018).
Oleh petugas, ketujuh pemuda tersebut digeledah dan dibuka bajunya. Ditakutkan membawa sajam dan hal lainnya yang bisa membahayakan petugas dan warga sekitarnya. Untungnya tidak ditemukan hal tersebut.
“Setelah kita geledah, kita berikan pembinaan dan penyuluhan. Karena tidak ditemukan tindak pidana. Kita lepas dan kita ingatkan untuk tidak berupa serupa,” tukasnya.
Sementara itu, salah satu pemuda Sandi (20), warga sekitar SMP Muhammadiyah mengaku, kalau ia dan rekan-rekannya baru saja menengak minuman keras berjenis ciu. Dan ia merasa menyesal telah memicu keributan dengan berkelahi antara sesamanya.
“Kami ni mabok pal, abis minum ciu. Jadi dak sadar, emosi saling pukul dengan kawan dewek,” kilahnya.
Ketua Penyelenggara Prabumulih Rockin Mob, Joko Arif menyesalkan, diakhir acara yang digelar CAMP tersebut berujung keributan yang dilakukan oleh tujuh pemuda tersebut. Padahal acara yang diadakannya bersifat positif dan mendorong kreatifitas para pemusic di Bumi Seinggok Sepembuyian ini.
“Semoga ke depannya, hal ini tidak terjadi lagi. Padahal niat kita sudah baik dan terpaksa dicederai oleh prilaku tujuh pemuda yang berupaya merusak acara yang awalnya sukses tersebut,” akunya.
Pihaknya berterima kasih dengan jajaran kepolisian Polres Prabumulih dan Polsek Prabumulih Timur yang telah bergerak cepat dan mengamankan tujuh pemuda tersebut, sehingga tidak mengakibatkan hal-hal yang tidak diinginkan lebih lanjut.
“Kita bersyukur acara sudah selesai, dan polisi bergerak cepat mengamankan ketujuh pemuda yang mabok ciu hendak mengacaukan acara kita,” tandasnya.(Han/ps01)

0 Comments:
Posting Komentar