Diduga "Asal-Asalan Proyek Setapak Cor Beton Dikeluhkan

proyek pembangunan jalan setapak, kini kondisi sudah banyak  rusak parah, dan mutu kualitas nya dipertanyakan 

# Kondisi jalan setapak sudah banyak  yang rusak parah 

PALI, Potret sumsel- 
Gencar nya pembangunan  dikabupaten Penukal Abab Lematang Ilir ( PALI) ini diduga sering kali ditemukan asal jadi, seperti pembangunan  jalan setapak cor beton  di Kampung Rambutan Rt.012 Dan Rt.014/Rw.005,Kelurahan Pasar Bhayangkara, Kecamatan Talang Ubi,  yang menggunakan Dana APBD  tahun 2016, no Kontrak : 600/096/SPK/V1/PU -CPK.14/2016, Sumber dana: APB Kabupaten PALI 2016, Nilai Kontrak: Rp 188.376.000, Waktu pelaksanaan : 90 (Sembilan Puluh Hari) Kalender, Prop/Kap.Kodya: Penukal abab lematang ilir, Penyedia jasa : CV. Panca Tunggal Perkasa, dengan panjang 200 meter dan lebar 3 meter dan tebal 20 cm diduga asal jadi, pasalnya belum genap satu tahun kondisi jalan setapak tersebut sudah rusak parah.

Ketua Rt setempat, Nazori (44) saat diwawancarai oleh potretsumsel.com dikediamannya, pada Sabtu siang (20/01/18)

Menurut Nazori, dulu sudah pernah saya protes, melapor sana-sini tapi tidak ada tindakan dari pihak Pemborongnya, terkait masalah jalan tersebut ujar nya,"

Masih kata Nazori, "memang sebelum saya menjadi ketua rukun tetangga (RT) disini, memang sudah ada pembangunan jalan setapak ini, ungkap nazori yang kurang lebih satu bulan menjadi ketua Rt ini "tapi sebelumnya saya tahu kalau dulu disini ada pembangunan jalan setapak ini, bahka saya juga turut, menyaksikan dilapangan proses pengerjaan jalan secara manual tersebut" jelasnya dengan nada kesal.

Lanjut ia menambahkan, pembangunan jalan tersebut yang menggunakan anggaran APBD tahun 2016 dan dikerjakan APBD 2017 lalu, yang pada saat itu pejabat Kepala dinas Pekerjaan umum Cipta Karya masih dijabat oleh pak Putro, dari pihak pemborong sudah pernah berjanji untuk dikerjakan /rehap kembali, namun sampai saat ini belum juga ada perbaikan, saya mewakili dari masyarakat disini berharap, kalau bisa diperbaiki lah jalan ini, pasalnya sudah banyak warga kami yang mengalami kecelakaan, contoh seorang warga saya yang melintas mengantarkan anaknya sekolah sampai jatuh kebawah tebing sana, dikarenakan jalannya sudah berlobang dan batu-batu koral yang bermunculan dari badan coran"tukasnya

Hal senada juga diungkapkan  Eli (41) warga Kampung seorang ibu rumah tangga (IRT) sangat kecewa dengan pihak pelaksana pembangunan jalan setapak tersebut "lihat saja pak, kondisi jalan ini sudah hancur semua, Selain sudah pada retak, badan jalan juga banyak yang berlobang, padahal belum genap satu tahun Pengerjaan selesai.

“Jelas sekali pada saat mengecoran jalan itu lebih banyak menggunakan pasir dan kerikilnya ketimbang semennya yang hampir kita semua bisa  pastikan dengan maksud untuk menghemat biaya,” ujarnya.

Sementara itu Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman (DPKP) Kabupaten Pali,
Ir. Aria Darmawan. saat dimintai keterangan terkait permasalahan tersebut, melalui  via wa dan telpon, mengatakan "saya harus mengkonfirmasi terlebih dahulu apa yang telah dikeluhkan oleh masyarakat terkait pembangunan jalan tersebut,"kata Aria kepada potretsumsel.com Sabtu siang (20/01/18).

Lebih lanjut Aria mengatakan, "soalnya pembangunan jalan setapak yang dikerjakan saat itu, bukan pada masa kepemimpinan saya, tetapi tengah dipimpin oleh Pak Putro,. Ya paling tidak saya harus mengkonfirmasikan hal tersebut dengan yang bersangkutan, sehingga baru lah pihak kami akan meninjau kelapangan, agar lebih jelas siapa yang bertanggung jawab di lapangan maupun PPTK nya siapa, supaya kita bisa mencari solusi terbaik untuk masyarakat,"terangnya.(MD/bjs)
Share on Google Plus

About Potret Sumsel

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 Comments:

Posting Komentar