PRABUMULIH, potretsumsel.com
Calon Kepala Desa yang ikut ambil bagian di bursa di pemilihan kepala desa (Pilkades) Kota Prabumulih menandatangani pernyataan siap terpilih dan siap tidak terpilih di aula Polres Prabumulih, Jumat (16/10).
Dalam sambutannya, Wakil Walikota Prabumulih, H Andriansyah Fikri menghimbau agar seluruh calon kepala desa benar-benar mematuhi aturan yang telah disepakati.
"Kesepakatan ini jangan hanya menjadi simbol saja, tapi benar benar diterapkan. Jangan sampai ada permusuhan dan mencari cari kesalahan kandidat lain," ungkapnya.
Tak hanya itu, orang nomor dua di Kota Prabumulih ini juga meminta agar para calon kades memiliki jiwa demokrasi yang tinggi dan siap menerima apapun keputusa dalam Pilkades nanti.
"Demokrasi itu saling bersaing, tapi ketika nantinya ada yang kalah atau menang itu saling rangkul untuk memajukan desa. Serta bagi yang kalah juga jangan sampai meminta uang pada yang menang untuk mengembalikan uang selama pencalonan," ujarnya.
Pada kesempatan yang sana, Kapolres Prabumulih, AKBP Arief Adiharsa SIK menuturkan, penandatanganan tersebut dilakukan untuk menciptakan rasa aman ke masyarakat di desa-desa yang melakukan pemilihan kepala desa.
"Ini semata mata untuk mengajarkan dan menciptakan demokrasi di tengah masyarakat khususnya desa-desa yang melakukan pemilihan," tuturnya.
Mengenai pengamanan Pilkades sendiri, Kapolres menerangkan pihaknya akan menerjunkan 150 personel yang akan ditempatkan disejumlah desa.
"Tak hanya di TPS, anggota kita juga akan mengawal calon kades. Kita juga akan melakukan penambahan anggota hari H pemilihan kades" terangnya.
Ia juga menegaskan akan memproses secara hukum apabila terdapat calon kades yang melakukan pelanggaran pidana saat pemilihan.
"Kalau nanti ada pelanggaran pidana maka akan di proses secara hukum, namun jika pelanggaran adminitrasi maka akan diurus panitia pilkades," tegasnya. (Rmol/ps01)
Langganan:
Posting Komentar
(
Atom
)

0 Comments:
Posting Komentar