Guna
meminimalisir bencana kabut asap yang kian berkepanjangan, dalam waktu
dekat pihak Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) akan memakai
bahan kimia jenis tertentu untuk memadamkan kabut asap yang berada di
wilayah Ogan Komering Ilir (OKI).
“Dalam
waktu dekat saya akan bawa bahan kimia tersebut ke OKI. Bahan kimia
tersebut untuk menyirami bagian-bagian yang belum terbakar, sehingga api
tidak merembet. Inilah kuncinya untuk mengatasi asap yang terjadi,”
ungkap Kepala BNPB, Willem Rampangilei usai meninjau lahan kebakaran di
wilayah OKI, Rabu (7/10/2015).
Menurut
Willem, saat ini OKI menjadi fokus utama pemadaman yang mereka lakukan.
Mengingat, luasan lahan gambut yang terbakar diwilayah ini sudah
semakin besar. Berdasarkan hasil tinjauan lapangan yang dilakukannya,
kemarin, Willem melihat rembetan kebakaran di wilayah OKI harus dicegah.
“Karena
luasan lahan yang padam dengan merembetnya luasan kebakaran tidak
seimbang. Saya juga melihat adanya kebakaran baru di OKI. Dengan melihat
langsung di lapangan, tidak ada cara lain harus menambah kekuatan,”
tegas Willem.
Untuk
itu, pihaknya akan menambah personel pemadaman di darat dan juga
pemadaman melalui udara. Sebanyak lima helikopter pun akan mereka
siapkan untuk menambah kekuatan operasi waterbombing di wilayah OKI.
“Saya
juga sudah minta kepada pihak perusahaan turut membantu proses
pemadaman kebakaran. Misalnya dengan menyewa pesawat. Memang saat ini
perusahaan juga sudah melakukan berbagai upaya, seperti dengan membuat
sekat-sekat antara lahan satu dengan yang lain,” katanya.
Dirinya
juga meminta kepada petugas di lapangan untuk mengupayakan supaya api
yang ada tidak merambat ke lahan lainnya. Meskipun pihak perusahaan
sudah membuat sekat, namun lantaran api yang terlalu besar
menyebabkannya loncat ke lahan yang ada.(sp/net)
0 Comments:
Posting Komentar